Showing posts with label Ceramah/Pidato. Show all posts
Showing posts with label Ceramah/Pidato. Show all posts

Tuesday, 28 March 2017

Ceramah : 7 GOLONGAN YANG AKAN MENDAPAT NAUNGAN DI PADANG MAHSYAR

7 GOLONGAN YANG AKAN MENDAPAT NAUNGAN DI PADANG MAHSYAR


Kaum Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita sama-sama memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat, nikmat, dan inayah-Nya kepada kita semua. Sehingga sampai detik ini kita bisa melaksanakan tugas dan kewajiban kita di kehidupan sehari-hari sebagai hamba-Nya.
Salam dan sholawat senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Besar Nabi Muhammad SAW karena dengan jasa beliaulah sehingga kita bisa berada dalam keyakinan yang sejati yakni agama islam, agama yang diridhoi oleh Allah SWT.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Ada tujuh orang (golongan) yang akan mendapatkan naungan dari Allah dengan rahmat-Nya pada hari yang tiada naungan selain naungan-Nya ialah:
1.       Penguasa/pemimpin yang adil. Pemimpin yang adil adalah pemimpin yang tahu dan mengerti tanggungjawabnya sebagai pemberi keadilan dan tidak memihak kepada golongan tertentu baik dalam penyelesaian masalah maupun situasi dan kondisi dalam masyarakat baik sosial, pendidikan, budaya, maupun politik.
2.       Seorang remaja yang selalu beribadah kepada Allah. Masa remaja adalah masa penuh godaan, tidak sedikit diantara remaja-remaja kita yang terjerumus dalam pergaulan bebas, suka melawan kepada orangtua, akhirnya mereka jauh dari ketaatan kepada Allah SWT.
3.       Seorang lelaki yang hatinya selalu ingin di masjid.
4.       Dua orang yang saling cinta-mencintai karena Allah, yakni yang keduanya berkumpul dan berpisah kerana Allah.
5.       Seorang lelaki yang ketika dirayu oleh wanita bangsawan lagi rupawan, lalu ia menjawab: "Sesungguhnya aku takut kepada Allah".
6.       Seorang yang mengeluarkan sedekah dan disembunyikan, sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanannya itu (artinya dia bersedekah dan tidak menceritakan sedekahnya itu kepada orang lain).
7.       Seorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi, sehingga kedua matanya mencucurkan air mata.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Semoga kita tergolong orang-orang yang memiliki sifat tersebut agar puasa dan segala amal ibadah yang kita lakukan selama bulan puasa ini mendapat ganjaran yang baik dari Allah SWT. Amin ya robbal alamin.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, lebih kurang saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekhilafan karena yang benar datangnya dari Allah SWT dan yang salah datangnya dari saya sendiri. Semoga ada manfaatnya, amin, amin ya robbal’alamin.

“Wabillahi taufiq wal hidayah,  Wassalamu’alaikum Wr Wb”.

Ceramah : 3 PENYEBAB UTAMA WANITA PALING BANYAK MASUK NERAKA

3 PENYEBAB UTAMA WANITA PALING BANYAK MASUK NERAKA


Kaum Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita sama-sama memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat, nikmat, dan inayah-Nya kepada kita semua. Sehingga sampai detik ini kita bisa melaksanakan tugas dan kewajiban kita di kehidupan sehari-hari sebagai hamba-Nya.
Salam dan sholawat senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Besar Nabi Muhammad SAW karena dengan jasa beliaulah sehingga kita bisa berada dalam keyakinan yang sejati yakni agama islam, agama yang diridhoi oleh Allah SWT.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Saat Nabi melakukan Isro’ Mi’roj, beliau bersama Jibril a.s melakukan perjalan ke Surga dan Neraka. Mengenai hal ini, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Aku melihat ke dalam Syurga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara’ (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam Neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita.”
Berdasarkan hadits di atas, maka setidaknya ada 3 alasan kenapa wanita paling banyak di neraka, yakni:
1.       Kufur (Tidak Bersyukur) Terhadap Suami dan Kebaikan-Kebaikannya
Kekufuran seumpama ini terlalu banyak kita dapati di tengah-tengah keluarga kaum muslimin, yaitu seorang isteri yang mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya dengan sikap suami yang tidak sesuai dengan kehendak isteri sebagaimana kata pepatah, “panas setahun dihapus oleh hujan sehari”. Padahal yang harus dilakukan oleh seorang isteri ialah bersyukur terhadap apa yang diberikan suaminya, janganlah ia mengkufuri kebaikan-kebaikan suami kerana Allah SWT tidak akan melihat isteri seumpama ini sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW: “Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.”
2.       Durhaka Terhadap Suami
Kedurhakaan yang dilakukan seorang isteri terhadap suaminya pada umumnya berupa tiga bentuk kedurhakaan yang sering kita jumpai pada kehidupan masyarakat kaum Muslimin. Tiga bentuk kedurhakaan itu adalah:
a.       Durhaka dengan ucapan yang tidak baik atau kasar kepada suami
b.       Durhaka dengan perbuatan yang tidak baik atau kasar kepada suami
c.       Durhaka dengan ucapan dan perbuatan yang tidak baik atau kasar kepada suami
3.       Tabarruj
Yang dimaksud dengan tabarruj ialah seorang wanita yang menampakkan perhiasannya dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang wajib ditutupnya dari pandangan lelaki bukan mahramnya. Hal ini kita dapati pada sabda Rasulullah s.a.w tentang wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang disebabkan pakaian yang mereka pakai tipis, bercelana ketat menampakkan bahagian-bahagian tubuh tertentu, tidak menutup aurat seperti yang berlaku di dalam masyarakat kita. Hal ini termasuk dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan mereka dilaknat oleh Allah SWT.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, lebih kurang saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekhilafan karena yang benar datangnya dari Allah SWT dan yang salah datangnya dari saya sendiri. Semoga ada manfaatnya, amin, amin ya robbal’alamin.
“Wabillahi taufiq wal hidayah,  Wassalamu’alaikum Wr Wb”.


Ceramah : 5 SIFAT WAJIB BAGI ORANG YANG SEDANG BERPUASA

5 SIFAT WAJIB BAGI ORANG YANG SEDANG BERPUASA


Kaum Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita sama-sama memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat, nikmat, dan inayah-Nya kepada kita semua. Sehingga sampai detik ini kita bisa melaksanakan tugas dan kewajiban kita di kehidupan sehari-hari sebagai hamba-Nya.
Salam dan sholawat senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Besar Nabi Muhammad SAW karena dengan jasa beliaulah sehingga kita bisa berada dalam keyakinan yang sejati yakni agama islam, agama yang diridhoi oleh Allah SWT.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Ada 5 sifat utama yang Allah ingin kita memilikinya baik saat bulan puasa ini maupun 11 bulan berikutnya sebagai hasil dari didikan kita selama 1 bulan ini. Sifat tersebut adalah:
1.       Sabar. Sabar merupakan sifat paling utama dan pertama dari sifat yang lain. Begitu pentingnya sabar itu hampir setara dengan sholat. Kita harus bersabar dalam menerima apapun dari Allah SWT seperti bencana, kamalangan, ataupun dari manusia seperti caci maki, penghinaan, dan sebagainya. Kita tidak boleh membalas atau dendam karena balas membalas adalah tugas Allah SWT, bukan tugas kita.
2.       Ikhlas. Ikhlas merupakan sifat yang sangat sulit kita miliki tapi bisa kita miliki kalau kita mau berusaha, dan puasa adalah salah satu pendidikan dari Allah agar kita bisa berbuat ikhlas. Ikhlas dalam memberi kepada orang lain baik kecil maupun besar. Begitu juga dalam menerima kita harus ikhlas karena dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, dibalik penderitaan pasti ada kebahagiaan.
3.       Jujur. Jujur merupakan sifat yang dianjurkan dalam berpuasa, karena berbohong sama halnya dengan menghilangkan keberkahan dari puasa, sehingga puasa kita tidak bernilai.
4.       Pemberi. Memberi dalam kelebihan kepada orang lain khususnya kepada orang-orang terdekat kita sangat dianjurkan. Karena dengan memberi kita mengerti dengan keadaan orang lain, kita dengan kekurangan orang lain. Tidak ada sedikitpun kerugian dalam diri kita saat kita mau memberi.
5.       Pemaaf. Inilah sifat terakhir yang harus kita miliki yakni memaafkan segala kesalahan orang lain kepada kita. Besar kecil, tua muda semuanya harus kita maafkan. Sifat pemaaf adalah kunci dari pintu-pintu surga.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Semoga kita tergolong orang-orang yang memiliki sifat tersebut agar puasa dan segala amal ibadah yang kita lakukan selama bulan puasa ini mendapat ganjaran yang baik dari Allah SWT. Amin ya robbal alamin.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, lebih kurang saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekhilafan karena yang benar datangnya dari Allah SWT dan yang salah datangnya dari saya sendiri. Semoga ada manfaatnya, amin, amin ya robbal’alamin.

“Wabillahi taufiq wal hidayah,  Wassalamu’alaikum Wr Wb”.

Ceramah : 3 KEWAJIBAN POKOK MANUSIA

3 KEWAJIBAN POKOK MANUSIA

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita sama-sama memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat, nikmat, dan inayah-Nya kepada kita semua. Sehingga sampai detik ini kita bisa melaksanakan tugas dan kewajiban kita di kehidupan sehari-hari sebagai hamba-Nya.
Salam dan sholawat senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Besar Nabi Muhammad SAW karena dengan jasa beliaulah sehingga kita bisa berada dalam keyakinan yang sejati yakni agama islam, agama yang diridhoi oleh Allah SWT.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Ada 3 tahapan yang harus kita lalui agar ibadah kita benar-benar diterima oleh Allah SWT.
1.       Kewajiban Mensucikan Hati
Hati yang bersih yaitu tidak ada di dalam hati itu selain Allah. Artinya seseorang yang disebut hatinya bersih adalah orang yang senantiasa selalu mengingat Allah. Karena mengingat Allah merupakan satu-satunya cara untuk membersihkan hati sebagaimana Hadis Nabi SAW yang artinya: “Segala sesuatu ada alat pembersihnya dan alat pembersih hati yaitu mengingat Allah”.
Keuntungan yang diperoleh oleh orang yang telah mensucikan hatinya adalah dapat mengenal Tuhannya. Itulah sebabnya Allah berfirman dalam Q.S. As-Syamsi: 9-10 yang berbunyi:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّهَا
Artinya: “Beruntunglah orang yang telah mensucikan hatinya dan merugilah orang yang telah mengotorinya”.     

2.       Kewajiban Mengingat Allah
Kewajiban yang kedua adalah mengingat Allah, sebab mustahil kita dapat mengingat Allah kalau kita belum mengenal-Nya dan mustahil kita dapat mengenal-Nya kalau kita belum pernah berjumpa. Dan mustahil kita dapat berjumpa dengan Allah tanpa terlebih dahulu menyertakan diri dan belajar kepada orang yang telah dapat beserta Allah. Itulah sebabnya Nabi memerintahkan kepada kita agar menyertakan diri kepada orang yang dekat dengan Allah sebagaimana sabda Nabi: yang artinya: “Sertakanlah kepada Allah, apabila kamu tidak dapat beserta Allah maka sertakanlah dirimu kepada orang yang telah serta Allah, maka ia akan mengenalkan kamu kepada Allah”.
3.       Kewajiban Mengerjakan Shalat
Shalat merupakan tiang agama yang dilaksanakan apabila kita telah melaksanakan kewajiban pertama dan kedua, sebab tujuan shalat adalah untuk mengingat-Nya sebagaimana firman Allah SWT yang artinya: “Sesungguhnya Aku inilah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (Q.S. Thaha: 14)

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Semoga kita bisa menjalankan dengan baik 3 tahapan kewajiban kita ini agar segala apa yang kita kerjakan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain akan senantiasa diterima oleh Allah SWT. Amin ya robbal alamin.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, lebih kurang saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekhilafan karena yang benar datangnya dari Allah SWT dan yang salah datangnya dari saya sendiri. Semoga ada manfaatnya, amin, amin ya robbal’alamin.
“Wabillahi taufiq wal hidayah,  Wassalamu’alaikum Wr Wb”.

Ceramah : Metode Dakwah Rasulullah SAW

Metode Dakwah Rasulullah SAW

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita sama-sama memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat, nikmat, dan inayah-Nya kepada kita semua. Sehingga sampai detik ini kita bisa melaksanakan tugas dan kewajiban kita di kehidupan sehari-hari sebagai hamba-Nya.
Salam dan sholawat senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Besar Nabi Muhammad SAW karena dengan jasa beliaulah sehingga kita bisa berada dalam keyakinan yang sejati yakni agama islam, agama yang diridhoi oleh Allah SWT.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Islam adalah agama dakwah. Agama yang mengajak setiap penganutnya kepada kebaikan baik dunia maupun akhirat kelak. Setiap orang terlahir ke dunia ini adalah pendakwah, minimal dakwah bagi dirinya sendiri. Karena Allah SWT sudah berpesan dalam Al-Qur’an:

Artinya: Nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Jadi, kemana dan dimanapun kita berada, khususnya dalam hidup dan kehidupan harus menjadi pendakwah atau penasehat bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena dengan demikianlah tugas kita sebagai makhluk sosial benar-benar kita pertanggungjawabkan.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Berbicara tentang dakwah, maka tidak bisa lepas dari pendakwah sejati yakni Baginda Nabi Muhammad SAW. Beliaulah guru dakwah kita, segala metode dan materi dakwahnya ada pada beliau. Jadi, kita wajib belajar dari beliau. Ada 2 hal yang bisa kita ambil dari metode dakwah beliau.
1.       Dakwah diri sendiri dulu baru mendakwahi orang lain.
Hal ini terlihat ketika Islam baru datang. Allah menyuruh beliau untuk mengajarkan Islam kepada istri beliau terlebih dahulu, baru ke Ali bin Abi Tholib, baru ke budak-budak beliau. Hal ini membuktikan bahwa Allah tidak menyuruh Nabi untuk mendakwahi orang lain atau masyarakat banyak sebelum beliau mendakwahi keluarga sendiri. Dalam hal ini bisa kita petik kesimpulan bahwa sebelum menasehati orang lain, maka kira harus menasehati diri sendiri terlebih dahulu.
2.       Dilakukan penuh kesabaran dan berulang.
Sabar adalah kunci utama dalam dakwah. Tanpa kesabaran maka semuanya akan kacau. Kita semua mengenal Baginda Nabi adalah manusia paling sabar dan penyayang, bukan hanya keluarga, sahabat, atau orang yang beliau kenal, bahkan sampai musuh beliaupun tetap berlaku sabar dan kasih sayang. Karena prinsip beliau bahwa mendidik tidak bisa dilakukan dalam sekali saja, tapi harus berlanjut dan berulang. Karena manusia tempatnya lupa, khilaf, salah, dan keliru. Jadi, proses mendidiknya harus berulang-ulang.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Memang tidak ada yang sempurna di dunia ini, tapi tidak ada salahnya kita belajar untuk menjadi sempurna. Belajar untuk memperbaiki diri sendiri dan orang lain. Karena tugas kita hidup di dunia ini adalah untuk memakmurkan bumi ini. Bagaimana kita memakmurkan orang lain, kalau kita sendiri belum makmur, bagaimana kita menasehati orang lain, kalau kita sendiri belum kita nasehati. Oleh sebab itu, mari saudaraku, kita banyak belajar dari metode dakwah Nabi Muhammad SAW agar hidup menjadi tenang dan bahagia dunia wal akhirat.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, lebih kurang saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekhilafan karena yang benar datangnya dari Allah SWT dan yang salah datangnya dari saya sendiri. Semoga ada manfaatnya, amin, amin ya robbal’alamin.

“Wabillahi taufiq wal hidayah,  Wassalamu’alaikum Wr Wb”.

Ceramah : Zikir Kepada Allah

Zikir Kepada Allah


Kaum Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita sama-sama memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat, nikmat, dan inayah-Nya kepada kita semua. Sehingga sampai detik ini kita bisa melaksanakan tugas dan kewajiban kita di kehidupan sehari-hari sebagai hamba-Nya.
Salam dan sholawat senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Besar Nabi Muhammad SAW karena dengan jasa beliaulah sehingga kita bisa berada dalam keyakinan yang sejati yakni agama islam, agama yang diridhoi oleh Allah SWT.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Cinta adalah rasa paling agung yang telah turunkan Allah SWT kepada ke bumi ini. Karena dengan cinta itulah kita selalu mengingat segala apa yang kita cintai terutama mengingat Allah dalam setiap langkah kita. Mengingat Allah SWT dalam berzikir kepada-Nya adalah perkara yang sangat dianjurkan dalam Islam. Karena dengan mengingat Allah, maka Allah juga akan ingat kepada kita. Sehingga jika Allah mengingat kita maka kita akan selalu bersama Allah, jika Allah bersama kita, maka apapun yang kita minta pasti terkabul. Oleh sebab itu marilah kita selalu berzikir kepada Allah agar hati menjadi tentram, sesuai firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

Artinya: ...Dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Dari ayat tersebut kita dapat informasi bahwa ketenangan hati hanya dapat kita peroleh dengan mengingat Allah SWT semata, bukan dengan mengingat yang lain seperti pacar, uang banyak, harta melimpah, atau yang lainnya. Ingat, sekali lagi hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.
Ketentraman hati merupakan impian setiap orang. Tidak ada orang yang ingin hidupnya sengsara, gelisah, tidak bisa tidur, tidak tenang, atau yang lainnya. Setiap orang ingin bahagia, dan sumber kebahagiaan itu tentunya adalah hati. Karena hati adalah kunci dari pintu kebahagiaan yang langsung bersumber dari Allah SWT.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Zikir kepada Allah minimal 5 kali sehari semalam, yakni ketika kita sholat dan setelah kita melakukan sholat bisa dilakukan dengan membaca takbir, tahmid, tasbih, tahlil atau kalimat-kalimat zikir lainnya. Tetapi perlu diketahui bahwa mengingat Allah atau berzikir itu bukan hanya selesai sholat, tapi setiap waktu, setiap hembusan nafas kita, setiap langah kita, dimanapun dan kapanpun. Karena Allah meliputi segala sesuatu dan waktu adalah milik Allah SWT. Semua ini kita lakukan karena apapun kita miliki adalah milik Allah, semua ini adalah pinjaman, oleh sebab itu tidak salah dan memang kita salah jika kita tidak berterima kasih kepada Zat yang telah memberikannya kepada kita.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Jadi, dapat disimpulkan bahwa mengingat Allah SWT merupakan perintah kebaikan dari Allah kepada hambanya, karena dengan zikir hati menjadi tentram. Jika hati sudah tentram dan dekat kepada Sang Kholiq, maka apapun hambatan dalam hidup ini akan menjadi mudah karena setiap waktu cinta, kasih sayang, dan pertolongan Allah selalu datang kepada kita. Tentunya dengan demikian, kebahagiaan dunia wal akhirat bisa kita raih. Amin, amin, ya robbal’alamin.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, lebih kurang saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekhilafan karena yang benar datangnya dari Allah SWT dan yang salah datangnya dari saya sendiri. Semoga ada manfaatnya, amin, amin ya robbal’alamin.

“Wabillahi taufiq wal hidayah,  Wassalamu’alaikum Wr Wb”.

Ceramah : Kewajiban Berbakti Kepada Orang Tua

Kewajiban Berbakti Kepada Orang Tua


Kaum Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita sama-sama memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat, nikmat, dan inayah-Nya kepada kita semua. Sehingga sampai detik ini kita bisa melaksanakan tugas dan kewajiban kita di kehidupan sehari-hari sebagai hamba-Nya.
Salam dan sholawat senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Besar Nabi Muhammad SAW karena dengan jasa beliaulah sehingga kita bisa berada dalam keyakinan yang sejati yakni agama islam, agama yang diridhoi oleh Allah SWT.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Orangtua adalah malaikat yang diturunkan oleh Allah SWT untuk kita sebagai anak. Allah mengirim mereka ke dunia ini  hanya berbekal “kasih sayang”. Kasih sayang yang sangat besar dan tak ternilai harganya. Dari kecil sampai besar kita dikasihi dan disayangi. Apapun yang kita minta selalu dipenuhi. Oleh sebab itulah Allah SWT mewajibkan kepada kita untuk selalu berbakti kepada keduanya sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

Artinya: Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula).

Dari ayat di atas, Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk selalu memberikan yang terbaik dalam pengabdian kita kepada kedua orang tua. Ibu telah mengandung kita selama 9 bulan, dengan sekuat tenaga selalu memberikan segala kebutuhan kita mulai saat dalam kandungan sampai kita dewasa. Kemudian ayah adalah sosok manusia paling kuat yang siap sedia memberikan sekucur keringatnya kepada kita. Di tengah terik matahari beliau bekerja dengan tekun tanpa merasa letih dan kepanasan, karena di pikirannya hanya ada masa depan kita.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Cinta kedua orangtua adalah cinta sejati untuk kita. Tiada putus sampai akhir hayat. Namun terkadang kebanyakan diantara kita banyak yang durhaka. Tidak mau berbakti kepada kedua orang tua. Sungguh, jika demikian maka kita termasuk orang-orang tidak tahu malu, dan tidak tahu rasa berterima kasih. Ingatlah saudaraku, neraka adalah tempat kembali jika kita berbuat demikian.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Allah SWT sudah mengingatkan kepada kita semua bahwa kasih sayang kedua orangtua tidak bisa dibalas dengan emas permata meski seluas langit dan bumi. Di samping itu, kita juga mengetahui bahwa Rasulullah pernah mengatakan bahwa “surga ada di telapak kaki Ibu”. Oleh sebab itu, marilah kita menyadari dan selalu menyadari bahwa Allah SWT dan Rasul-Nya sangat mencintai kepada orang-orang yang mencintai kedua orangtua. Begitu juga sebaliknya, sangat membenci kepada orang-orang yang tidak mau berbakti kepada kedua orangtua. Jika Allah SWT dan Rasul-Nya sudah membenci kita, lantas kepada siapa lagi kita harus mengadu, meminta pertolongan, dan meminta ampunan?. Sungguh kita akan celaka jika berbuat demikian.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita akhiri ceramah yang singkat ini untuk kita sama-sama berdo’a kepada Allah SWT, semoga Allah SWT selalu memberikan yang terbaik untuk orantua kita. Memberikan kasih sayang dan ampunan-Nya kepada kedua orangtua kita. Amin, amin, amin ya robbal’alamin. Mari kita berdoa:

“Allahummagfirli waliwalidaiya warhamhuma kama robbayani sagira”

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, lebih kurang saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekhilafan karena yang benar datangnya dari Allah SWT dan yang salah datangnya dari saya sendiri.

“Wabillahi taufiq wal hidayah,  Wassalamu’alaikum Wr Wb”.

Ceramah : Hikmah Sabar dan Sholat

Sabar dan Sholat

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita sama-sama memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat, nikmat, dan inayah-Nya kepada kita semua. Sehingga sampai detik ini kita bisa melaksanakan tugas dan kewajiban kita di kehidupan sehari-hari sebagai hamba-Nya.
Salam dan sholawat senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Besar Nabi Muhammad SAW karena dengan jasa beliaulah sehingga kita bisa berada dalam keyakinan yang sejati yakni agama islam, agama yang diridhoi oleh Allah SWT.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Sabar adalah salah satu sifat terpuji yang paling disayangi oleh Allah SWT. Sedangkan sholat adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh jasmani dan rohani kita kepada Allah SWT. Sholat merupakan tiang agama dan amal ibadah paling utama dan pertama dihisab oleh Allah SWT di akhirat kelak. Kemudian sabar dan sholat merupakan dua perkara yang saling berhubungan laksana dua sisi uang yang melekat pada satu logam. Karena itulah orang-orang yang senantiasa bersabar baik ketika menerima ujian maupun musibah dari Allah adalah para kekasih Allah SWT karena mereka baik pada waktu senang maupun duka tetap bersabar dan mengingat Allah SWT dalam sholat dan zikirnya.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Sabar dan sholat merupakan selimut jiwa dan raga kita paling kuat dan dicintai oleh Allah SWT. Namun tidak sedikit diantara kita yang belum bisa bersabar dalam menerima ujian dan musibah. Ketahuilah wahai saudaraku, ujian paling indah yang diberikan Allah SWT untuk hamba-Nya jika ingin naik derajat adalah sabar. Karena dengan selalu bersabar maka kita selalu bersama Allah. Hal ini sesuai firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 153 yaitu:
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu.
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Dari ayat tersebut, sesungguhnya Allah SWT ingin selalu bersama hamba-Nya yakni dengan selalu menjadikan sabar sebagai sifat terbaik yang harus kita miliki dan senantiasa mendirikan sholat sebagai perisai dan jalur menuju cinta Allah kepada kita. Sehingga dengan senantiasa menjaga sabar dan sholat maka Allah SWT akan selalu bersama kita dan memberikan apapun yang kita inginkan. Selama semua itu tetap dalam koridor agama dan untuk kebahagiaan hidup kita didunia dan di akhirat kelak.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Tidak ada anak yang baru lahir langsung bisa jalan, begitu juga dengan memiliki sikap sabar dan tetap istiqomah dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Semua butuh proses yang sifatnya berkelanjutan. Sabar bukan hanya ketika kita menerima musibah bahkan ketika kita menerima kebaikanpun kita tetap bersabar karena siapa tahu dengan kebaikan itu pula kita lupa bersyukur bahwa apa yang kita miliki ini adalah milik Allah SWT. Begitu juga dengan sholat, tidak boleh pagi sholat sorenya tidak, atau sorenya sholat malamnya tidak. Semua itu harus kita lakukan setiap waktu selama di badan ini masih melekat ruh untuk tetap bernyawa. Karena sekali saja kita lalai dan tinggalkan maka Allah juga akan meninggalkan kita. Jika Allah SWT sudah meningglkan kita, maka neraka adalah tempat kembalinya. Oleh karena itu, marilah saudara-saudaraku, kita selalu bersabar dan menjaga sholat yang merupakan penolong bagi kita tuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, lebih kurang saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekhilafan karena yang benar datangnya dari Allah SWT dan yang salah datangnya dari saya sendiri.


“Wabillahi taufiq wal hidayah,  Wassalamu’alaikum Wr Wb”.

Ceramah : Kewajiban dan Keutamaan Mempelajari Al-Qur’an

Kewajiban dan Keutamaan Mempelajari Al-Qur’an


Kaum Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita sama-sama memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat, nikmat, dan inayah-Nya kepada kita semua. Sehingga sampai detik ini kita bisa melaksanakan tugas dan kewajiban kita di kehidupan sehari-hari sebagai hamba-Nya.
Salam dan sholawat senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Besar Nabi Muhammad SAW karena dengan jasa beliaulah sehingga kita bisa berada dalam keyakinan yang sejati yakni agama islam, agama yang diridhoi oleh Allah SWT.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Al-Qur’an adalah kitab Suci Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui merantara malaikat Jibril a.s yang diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari atau disingkat 23 tahun. Al-Qur’an merupakan kita induk dan paling utama yang harus kita pelajari dalam Islam, karena di dalamnya terdapat petunjuk bagi orang-orang muslim, petunjuk untuk kita semua karena dengan mempelajarinya kita memiliki pedoman atau pegangan hidup yang hakiki dan tak akan tersesat dimana dan sampai kapanpun. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 2 yang berbunyi:

ArtinyaKitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Mempelajari Al-Qur’an sangat bermanfaat bagi kita baik di dunia maupun di akhirat kelak. Dengan mempelajari Al-Qur’an hidup kita di dunia tidak tersesat karena dengan ilmu yang kita peroleh dari mempelajari Al-Qur’an akan menjadi pedoman dan pegangan hidup yang terus membawa kita kepada jalan yang lurus yakni jalan yang Allah ridhoi. Kemudian di akhirat kelak, Al-Qur’an akan datang sebagai cahaya yang akan melindungi kita dari azab Allah SWT. Sehingga kita tidak perlu khawatir terhadap azab-azab Allah di hari kiamat selama kita terus membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Kemudian keutamaan yang lain dalam mempelajari Al-Qur’an adalah hati kita menjadi tentram. Karena dengan membaca Al-Qur’an sama halnya dengan kita sedang membaca kalimat-kalimat Suci dari Allah, Sang Pencipta. Karena hakikat hati ini akan menjadi tenang dan tentram hanya bersama Allah, oleh sebab itu marilah kita selalu membaca Al-Qur’an baik di pagi hari, siang, sore ataupun malam agar hati selalu ingat kepada Allah dan Allah ingat kepada kita.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Semoga kita tergolong orang-orang yang selalu mempelajari, mendalami, mengajarkan dan mengamalkan Al-Qur’an. Karena dengan mempelajari saja tidak cukup, mendalami saja tidak cukup, begitu juga mengajarkan juga tidak cukup, tapi semua itu akan terasa cukup dan sempurna jika setelah kita mempelajari, mendalami, dan mengajarkan maka kita harus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena berilmu tanpa mengamalkan ibarat pohon tanpa buah, tidak indah dan tidak ada gunanya. Oleh sebab itu, marilah kita bersama-sama saling nasehat-menasehati dalam kebaikan yakni terus mengutamakan kitab suci Al-Qur’an sebagai kitab pertama dan paling utama yang harus kita pelajari selama hidup di dunia ini agar kita selamat dan bahagia selama di dunia sampai akhirat kelak. Amin, amin, ya robbal ‘alamin.

Kaum Muslimin Rahimakumullah
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, lebih kurang saya mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekhilafan karena yang benar datangnya dari Allah dan yang salah datangnya dari saya sendiri.
“Wabillahi taufiq wal hidayah,  Wassalamu’alaikum Wr Wb”.

Syaharuddin. Theme images by MichaelJay. Powered by Blogger.

KOMENTAR ANDA